KALTIMLINE.ID, SAMARINDA – Pengerjaan drainase di kawasan Simpang Cermai, Samarinda, memasuki tahapan berikutnya. Setelah bagian pekerjaan di sisi tepian sungai mulai dibuka kembali, proyek kini bergeser ke sisi jalan tepat di depan Bank BTN Teluk Lerong.
Perpindahan titik pekerjaan tersebut turut memengaruhi arus kendaraan di kawasan tersebut. Satlantas Polresta Samarinda memberlakukan rekayasa lalu lintas mulai 4 September 2026 selama 24 jam, khususnya bagi kendaraan roda dua dan roda empat yang bergerak dari arah Simpang Muara menuju Simpang Gunung Cermai.
Dalam pemberitahuannya, arus kendaraan di depan Holland Bakery diarahkan melalui satu jalur dengan dua lajur. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan dan mengikuti petunjuk petugas selama pekerjaan berlangsung.
Lurah Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Mukmin, menjelaskan pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan membuka satu sisi jalan terlebih dahulu sebelum berpindah ke sisi lainnya. Pola itu diterapkan agar kendaraan tetap dapat melintas meski ruang jalan menyempit.
“Kalau sudah bisa kita buka semennya, yang tahap yang paling kiri, yang pertama ini, baru kita akan pindah ke tahap kedua lagi yang di sebelah,” ujar Mukmin saat ditemui di Kantor Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu belum lama ini.
Setelah sisi pertama dibuka dan dirapikan, pekerjaan dilanjutkan pada sisi yang berada di depan Bank BTN Teluk Lerong. Pada tahap tersebut, sisi luar akan dibuka untuk kendaraan, sementara sisi dalam digunakan untuk pekerjaan.
“Untuk rekayasa lalu lintasnya masih sama, nanti hanya pindah saja yang di depan yang paling sisi luar itu akan dibuka, yang sisi dalam nanti akan kita tutup. Nanti setelah sudah selesai dua-duanya, baru kita pindah ke jalan Cermai-nya,” jelasnya.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan peningkatan saluran drainase subsistem Jalan Pasundan menuju Sungai Mahakam. Proyek ini membangun saluran sepanjang sekitar 197,7 meter dengan lebar 5 meter dan ditujukan untuk menambah kapasitas pengaliran air dari kawasan Pasundan dan sekitarnya menuju Sungai Mahakam.
Mukmin menjelaskan, saluran tersebut tidak hanya berkaitan dengan Jalan Gunung Cermai. Sistem drainase ini juga menopang aliran air dari tiga kelurahan, yakni Jawa, Dadi Mulya dan Sidodadi.
Keberadaan saluran tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu mempercepat aliran air dari sejumlah kawasan yang selama ini mengarah ke Pasundan. Ia menyebut kondisi genangan kini jauh lebih singkat dibanding sebelumnya.
“Kalau dulu itu bisa sampai empat, lima jam, bahkan setengah malam. Sekarang paling lama itu satu jam, itu pun kalau hujannya deras,” tuturnya.
Selain pengerjaan drainase, pekerjaan penggantian pipa PDAM juga berlangsung di Jalan Cermai. Karena itu, pengaturan arus dilakukan secara bertahap agar aktivitas warga dan kendaraan tetap berjalan selama konstruksi berlangsung.
Mukmin juga menekankan pekerjaan tidak akan memutus aktivitas usaha masyarakat di sekitar lokasi. Warung, penginapan dan toko yang berada di sekitar kawasan proyek tetap diupayakan dapat beroperasi selama tahapan pekerjaan berlangsung.
“Yang penting ekonomi masyarakat tetap jalan. Jangan sampai karena pekerjaan ini, masyarakat yang punya usaha di situ juga ikut berhenti,” demikian Mukmin. (mell)