KALTIMLINE.ID, SAMARINDA – Penutupan operasional RS Bhakti Nugraha Samarinda tak hanya menandai berakhirnya perjalanan salah satu rumah sakit swasta tertua di kota ini, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap nasib tenaga kesehatan yang terdampak.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai para tenaga kesehatan eks RS Bhakti Nugraha masih memiliki peluang besar untuk kembali bekerja seiring hadirnya sejumlah rumah sakit baru yang tengah berkembang di Samarinda.
Menurutnya, kebutuhan tenaga medis di berbagai fasilitas kesehatan baru justru membuka ruang penyerapan bagi dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya yang terdampak penghentian operasional rumah sakit tersebut.
“Tutupnya rumah sakit ini disertai banyaknya rumah sakit baru yang ada di Samarinda. Ada tiga yang baru RS Kodim, RS Mulya Medika Samarinda dan RS Bhayangkara. Pasti itu memerlukan tenaga kerja,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
RS Bhakti Nugraha diketahui resmi menghentikan operasional sejak 1 Juni 2026. Rumah sakit yang berdiri sejak 1986 dan mulai beroperasi pada 1989 itu menutup layanan akibat sejumlah faktor, mulai dari kondisi pasar hingga pertimbangan internal manajemen.
Sri menilai dampak penutupan rumah sakit tersebut tidak akan sebesar kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Selain karena kapasitas RS Bhakti Nugraha relatif terbatas, proses penghentian operasional juga dilakukan secara bertahap.
Ia menyebut dunia kesehatan memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor lain karena tenaga medis relatif lebih mudah berpindah tempat praktik maupun fasilitas layanan kesehatan.
Dengan keberadaan 16 rumah sakit yang saat ini beroperasi di Samarinda, ditambah sejumlah rumah sakit baru yang mulai beroperasi, peluang penyerapan tenaga kesehatan dinilai masih cukup terbuka.
Meski demikian, Sri mengingatkan para tenaga kesehatan untuk terus memperkuat kompetensi dan memenuhi standar profesi yang berlaku agar mampu bersaing di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang semakin berkembang.
“Dengan tutupnya ini tidak terlalu berdampak, karena banyak juga rumah sakit baru hadir di Samarinda, cuman untuk daerah kota yang bisa berobat di RS Bhakti Nugraha sudah tidak bisa di sana lagi.” pungkasnya. (mell/ADV8/dprdsamarinda)