Banmus Jadi Penjuru Nasib Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Siapkan Gelombang Aksi Susulan

Suasana audiensi Aliansi Rakyat Kalimantam Timur bersama tujuh fraksi DPRD Kaltim di Gedung DPRD Kaltim, Kamis (30/4/2026). (Foto: mell/KALTIMLINE.ID)

KALTIMLINE.ID, SAMARINDA – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kalimantan Timur kini menjadi arena penentu arah tuntutan publik terkait penggunaan hak angket. Aliansi Rakyat Kaltim mendesak agar usulan tersebut segera diprioritaskan, sembari menyiapkan gelombang aksi susulan apabila aspirasi mereka kembali kandas.

Tekanan itu mengemuka dalam audiensi antara perwakilan massa dengan pimpinan DPRD Kaltim, Kamis (30/4/2026), sebagai tindak lanjut surat permohonan pertemuan yang sebelumnya dilayangkan kepada tujuh fraksi.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengatakan tuntutan aliansi akan dibawa ke rapat pimpinan (Rapim) sebelum dilanjutkan ke forum Banmus pada hari yang sama. “Tadi kita menemui saudara-saudara kita dari aliansi. Mereka berdialog dan menanyakan tindak lanjut pakta integritas saat aksi tanggal 21 April lalu,” ujarnya.

Ia menegaskan, komitmen politik yang sebelumnya telah dibubuhkan tujuh fraksi tidak diabaikan. Namun, seluruh tahapan tetap harus menempuh mekanisme resmi sesuai tata tertib DPRD. “Kita akan perjuangkan di dalam rapim, nanti kita lihat hasilnya. Karena semuanya harus melalui aturan yang berlaku di DPRD,” katanya.

Hasil pembahasan Rapim dan Banmus, kata Ekti, nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada publik.

Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Kaltim, Erly Sopiansyah, menegaskan kedatangan mereka bukan sekadar audiensi, melainkan memastikan hak angket benar-benar masuk agenda prioritas legislatif.“Kami meminta dan bersepakat bahwa agenda tuntutan kami untuk hak angket itu diprioritaskan,” tegasnya.

Menurut Erly, Banmus menjadi gerbang utama yang akan menentukan apakah suara masyarakat bergerak ke tahap politik lanjutan atau justru berhenti di ruang rapat. “Kuncinya ada di Banmus. Kalau di Banmus saja tidak masuk, bagaimana bisa lanjut ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Aliansi memastikan pengawalan akan terus dilakukan hingga ada keputusan konkret dari DPRD. Jika hasil Banmus dinilai mengecewakan, massa mengancam turun kembali dengan kekuatan lebih besar.

“Kalau hasil Banmus tidak ditindaklanjuti, maka kami akan melakukan gerakan yang lebih besar lagi daripada tanggal 21.” pungkasnya. (mell)

[post-views]

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *