Suka Duka Pemadam Kebakaran Kota Samarinda dalam Pelukan Asap dan Harapan

whatsapp image 2025 09 16 at 20.49.02
Proses Pemadaman Kebakaran Di Kota Samarinda (Foto: Disdamkarmat Kota Samarinda/Kaltimvoice)

KALTIM VOICE, SAMARINDA – Di Kota Samarinda, di mana langit kadang memerah bukan karena senja, tapi karena api yang mengamuk, berdirilah barisan tak bersenjata yang selalu siap berperang. Bukan perang dengan peluru, tapi dengan kobaran dan kepanikan.
Siapa kah mereka, Mereka adalah prajurit-prajurit air: para pemadam kebakaran, yang bekerja dalam diam dan berkeringat dalam sunyi.
Mereka datang tak diundang, pulang tanpa tepuk tangan. Yang tersisa hanyalah baju basah, wajah letih, dan kadang luka yang tak sempat dirawat. Namun
mereka tak pernah mundur. Karena di balik setiap api, ada nyawa yang harus diselamatkan.

Pada 1987 satuan pemadam kebakaran telah berdiri di dalam tubuh Dinas Pekerjaan Umum, lalu pada tahun 1995 Disdamkar berdiri sendiri, yang kemudian di tahun 2009 berkembang menjadi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran dan pada tahun 2011-2016 menjadi BPBD, lalu kembali menjadi Dinas Pemadam Kebakaran di tahun 2017 hingga akhirnya sejak tahun 2022-2025 menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. tak hanya berperang melawan api, tetapi juga menyelamatkan kehidupan. Dengan 43 unit kendaraan dari berbagai jenis, dan 171 personel lapangan yang tersebar di 11 posko, mereka adalah garda terakhir saat alarm kehidupan berbunyi.

whatsapp image 2025 09 16 at 20.23.21
Kantor Disdamkarmat Kota Samarinda (Foto: Yud/Kaltimvoice)

Polly Rachman, Komandan Posko Mulawarman, telah mengabdi selama 28 tahun. Di wajahnya tersimpan banyak cerita, tapi satu kejadian tak pernah bisa ia hapus dari ingatan.
“Saya pernah dipukul di kepala, ditusuk badik, sampai baju saya robek. Itu akibat kepanikan warga saat kebakaran,” ucapnya, suaranya pelan, seolah masih bisa merasakan denyut luka lama itu.
Namun, Polly tetap bertahan. Bukan karena gaji, bukan karena jabatan, tapi karena luka masa kecilnya sendiri. “Rumah saya pernah terbakar tahun 1993. Sejak itu, saya berjanji, tidak akan ada lagi anak yang harus kehilangan rumah seperti saya waktu itu.”

whatsapp image 2025 09 16 at 20.23.05
Polly Rachman, Komandan Posko Mulawarman Diadamkarmat Kota Samarinda (Foto : RZ/ Kaltim Voice)

Tak hanya api yang membakar, tapi juga emosi manusia yang sering tak terkendali. Hendra Setiabudi, pengemudi armada selama 14 tahun, pernah disambut dengan senjata tajam saat turun di Jalan Lambung.
“Kita harus bisa redam emosi. Kalau warga marah, kita jangan ikut-ikutan. Kita datang bukan bawa senjata, tapi niat baik,” ucapnya sambil tersenyum tipis.
Namun, yang paling menyedihkan bagi Hendra bukan saat disambut parang, tapi saat akses jalan tertutup kendaraan warga yang enggan memberi jalan. “Sering kami terlambat karena terjebak macet. Padahal waktu itu soal hidup dan mati.”

whatsapp image 2025 09 16 at 20.24.56
Hendra Setiabudi, Petugas Pemadam Kebakaran, Disdamkarmat Kota Samarinda (Foto : RZ/ Kaltim Voice

Ada momen-momen yang tak bisa dihapus, bahkan oleh waktu. Rudiansyah, Komandan Regu 3, masih mengingat satu malam penuh duka di Pasar Segiri.
“Anak kecil itu terjebak di dalam rumah yang terbakar. Kami tak sempat menolongnya. Api terlalu cepat. Anak itu terbakar di dalam…” katanya lirih. Matanya menerawang, seolah masih berdiri di antara reruntuhan malam itu.
Bagi Rudi, setiap sirine adalah panggilan jiwa. Tapi tak semua misi berujung bahagia. Ada hari-hari di mana selang jadi saksi bisu air mata, bukan semprotan.

whatsapp image 2025 09 16 at 20.26.28
Rudiansyah, Petugas Pemadam Kebakaran Disdamkarmat Kota Samarinda (Foto : RZ/ Kaltim Voice)

Ricky Abrian, 13 tahun mengabdi sebagai petugas Damkar, percaya bahwa di balik pekerjaan ini, ada cahaya tak kasat mata: pahala dan kemanusiaan.
“Yang paling sedih itu lihat warga hanya tinggal baju di badan. Semua harta hangus. Kami datang, tapi kadang sudah terlambat karena macet,” ujarnya.
Namun ia tetap semangat. Karena jadi pemadam bukan hanya soal pekerjaan. “Ini cita-cita saya, Mbak. Saya bisa bantu warga, itu cukup buat saya.”

whatsapp image 2025 09 16 at 20.28.10
Ricky Abrian, Petugas Pemadam Kebakaran Disdamkarmat Kota Samarinda (Foto : RZ/Kaltim Voice)

Di balik helm baja dan seragam oranye, ada tangan-tangan yang tak hanya memadamkan bara, tapi juga menggenggam luka, menyelamatkan yang tak terlihat, dari nyawa manusia hingga hewan yang tersesat, dari ring logam di tubuh lelaki, hingga kepercayaan masyarakat yang semakin tak terbantahkan kepada Damkar, Ungkap Plt Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmar), Kota Samarinda Akhmad Supriyanto kepada media Kaltim Voice.

snapedit 1758025894254
Plt Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmar), Kota Samarinda Akhmad Supriyanto

Di balik setiap kobaran api yang berhasil dipadamkan, ada sosok-sosok yang tak banyak disorot yakni petugas pemadam kebakaran yang mempertaruhkan nyawa mereka demi keselamatan warga.
Di Kota Samarinda, mereka bekerja dalam senyap, dengan segala keterbatasan. Namun ada satu nama yang terus berjuang dari balik layar demi memastikan para pahlawan ini mendapat perhatian yang layak Hendra AH, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda.
Hendra tahu betul bagaimana tantangan di lapangan. “Idealnya satu regu berisi 10 orang. Tapi di lapangan, masih ada yang hanya diperkuat 5 petugas saja,” ujarnya. Jumlah ini jelas belum mencukupi, apalagi dengan 11 posko yang tersebar di seluruh kota Samarinda. Tak hanya menghadapi kebakaran, para petugas Damkar kini juga menjadi garda depan untuk berbagai situasi darurat, menangkap ular, buaya, tawon, hingga penyelamatan non-kebakaran lainnya yang datang tanpa henti.
Prihatin dengan kondisi ini, Hendra langsung menyampaikan permohonan kepada Wali Kota Samarinda dan kabar baik pun datang dengan penambahan 30 personel baru telah disetujui, dan akan diresmikan pada tahun 2026. Ini akan membuat total personel Damkar Kota Samarinda menjadi 201 orang.
Tak berhenti di situ, Hendra juga tengah memperjuangkan penambahan tunjangan risiko tinggi bagi seluruh petugas. “Apa yang mereka hadapi di lapangan sangat berbahaya. Mereka layak mendapatkan perhatian dan perlindungan lebih, bukan hanya secara fisik, tapi juga dari sisi kesejahteraan,” tegasnya.
Dalam setiap langkahnya, Hendra tak hanya berpikir soal angka dan data. Ia melihat wajah-wajah lelah namun penuh dedikasi dari anak buahnya. Ia mendengar keluhan warga, dan ia tahu pemadam kebakaran bukan sekadar pemadam api. Mereka adalah penjaga kota.

whatsapp image 2025 09 16 at 20.34.40
Hendra AH, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda saat membawa tim Kaltim Voice berkeliling dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran Fire Fighter (foto : Kaltim Voice)

Bagi para petugas, Disdamkarmat bukan sekadar tempat kerja. Ini adalah rumah bagi para jiwa pemberani. Tempat mereka menukar waktu dengan keberanian, dan menukar tenaga dengan harapan.
Semboyan sederhana tapi berkekuatan: “Yudha Brama Jaya – Kemenangan Perang Melawan Api.

snapedit 1758026352686
Kadis Disdamkarmat Kota Samarinda Hendra AH saat memimpin rapat bersama jajaran (Foto: RZ/ Kaltim Voice)

Setiap api yang padam bukan hanya karena air, tapi juga karena doa dan tekad mereka yang berada di garis depan.
Ketika orang-orang berlarian menjauh dari asap dan api, mereka justru melangkah maju menantang panas, menyusuri lorong sempit, memanggul selang, dan menaruh nyawa di garis batas antara hidup dan mati.
Mereka bukan artis, bukan politikus. nama mereka tak selalu tercetak di koran. Tetapi jejak mereka ada di setiap rumah yang masih berdiri.
Mereka adalah para pejuang api, yang hidupnya dibaktikan untuk menyelamatkan nyawa, bukan untuk sorotan kamera.

whatsapp image 2025 09 16 at 20.47.40 (1)
situasi pemadaman kebakaran di Kota Samarinda (foto : Disdamkarmat Kota Samarinda).


Atas dedikasi yang begitu tinggi, pantaskah sebuah pekerjaan yang menantang maut masih menerima bullying dari oknum netizen.

whatsapp image 2025 09 16 at 20.49.30
situasi pemadaman kebakaran di Kota Samarinda (foto : Disdamkarmat Kota Samarinda).
whatsapp image 2025 09 16 at 19.16.03
situasi pemadaman kebakaran di Kota Samarinda (foto : Disdamkarmat Kota Samarinda).
whatsapp image 2025 09 16 at 20.50.26 (1)
Tim petugas pemadam kebakaran Disdamkarmat Kota Samarinda saat melakukan koordinasi (foto : RZ/ Kaltim Voice)
[post-views]

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

0 Responses

  1. Good job Dinas Damkarmat Kota Samarinda. Sehat2 selalu tidak bosan untuk menjadi orang baik dengan niat yg tulus. Damkarmat Kota Samarinda bisa, Damkarmat Indonesia Jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *